|
Tema
|
Psikoanalisis Freud
|
|
Judul Jurnal
|
The
Relationship between Body and Soul from the Perspective of Freud's
Psychoanalysis
|
|
Nama Jurnal
|
Procedia
- Social and Behavioral Sciences
|
|
Volume & Halaman
|
Volume 92, hal 294 – 298
|
|
Tahun
|
2013
|
|
Penulis
|
Marius Dumitrescu
|
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan dalam
penelitian ini untuk membawa sesuatu yang baru dalam pemikiran filsafat,
mengatasi dualisme antara tubuh dan jiwa. Untuk melihat solusi, ide-ide yang memiliki resonansi yang besar dalam antropologi abad kedua
puluh
|
|
Metode Penelitian
|
Dalam
analisis menggunakan metode teks membandingkan untuk mengidentifikasi jalur
yang digunakan oleh Freud untuk mengatasi dualisme Cartesian yang memisahkan
secara tak terdamaikan pikiran dari tubuh.
|
|
Alat Ukur
|
Tidak dijelaskan
|
|
Hasil Penelitian
|
Freud
menjelaskan sengketa atas dualisme dipusatkan di inneity ide, yang asal
dianggap baik bawaan atau diperoleh oleh konvensi diasumsikan oleh subjek.
Dengan inisiasi psikoanalisis, aksen jatuh pada tingkat eksistensial
prakonseptual: perilaku basal. Ide-ide ini dipimpin C. G. Jung dengan teori
kompleks arketipe sebagai struktur perilaku bawaan dan setelah psikoanalisis
yang akan memiliki gema besar di antropologi abad ke-20.
|
|
Review
|
Jurnal
ini tidak menjelaskan penelitian ini menggunakan berapa sampel yang ingin
diteliti. Jurnal ini juga tidak menjelaskan mengenai alat ukur yang
digunakan.
Tetapi
secara keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal
mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti. Jurnal ini
terdapat empat bagian yang menjelaskan hubungan antara tubuh dan jiwa dari
Perspektif Freud Psikoanalisis yaitu the premises
of exceeding the mind and body dualism, freud's
contribution to the understanding of the relationship between mind and body
in the context of his time, dualism and ambivalence, overcoming the dualism
between mind and body by Freudian drives theory.
|
Selasa, 18 April 2017
REVIEW JURNAL PSIKOLOGI
Senin, 13 Maret 2017
Psikoterapi dan Konseling
A. Definisi
Psikoterapi dan Konseling
1.
Psikoterapi
Psikoterapi
adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan
dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy)
berasal dari dua kata, yaitu "Psyche"
yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.
Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi
mental, atau terapi pikiran.
Psikoterapi adalah
proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar
lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam
kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan
melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru
atau akan mengalami perceraian (hariyanto, 2010).
2.
Konseling
Menurut Schertzer dan Stone (1980), konseling adalah
upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara
konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu
membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya
sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
Menurut Jones (1951), konseling adalah kegiatan dimana
semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah
tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan. Dimana ia diberi panduan
pribadi dan langsung dalam pemecahan untuk lkien. Konseling harus ditujukan
pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan
masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.
Menurut A.C. English dalam Shertzer & Stone (1974),
konseling merupakan proses dalam mana konselor membantu konseli (klien) membuat
interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana,
atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya.
B. Perbedaan
Antara Psikoterapi Dengan Konseling
Apabila
kita tinjau dari definisi kedua permbahasan tersebut konseling menurut
menurut Wolberg (1967 dalam Phares dan Trull 2001), mengungkapkan bahwa
psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan atau tritmen terhadap masalah yang
sifatnya emosional. Dengan tujuan menghilangkan simptom untuk mengantarai pola
perilaku yang terganggu serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi
yang positif.
Sedangkan
menurut Schertzer dan Stone (1980), konseling adalah upaya membantu individu
melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar
konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan
menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa
bahagia dan efektif perilakunya.
Dari
dua definisi di atas kita bisa tarik kesimpulan mengenai dua pembahasan
tersebut bahwa psikoterapi lebih terfokus pada treatment terhadap masalah
sifatnya emosional dan juga lebih dapat diandalkan pada klien yang mengalami
penyimpangan dan juga lebih berusaha untuk menghilangkan simptom-simptom yang
di anggap mengganggu dan lebih mengusahakan agar klien dapat meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan kepribadian ke arah yang positif.
Sedangkan
konseling lebih terfokus pada interaksi antara konselor dan konseli dan lebih
mengutamakan pembicaraan serta komunikasi non verbal yang tersirat ketika
proses konseli berlangsung dan semacam memberikan solusi agar konseling dapat
lebih memahami lingkungan serta mampu membuat keputusan yang tepat dan juga
nantinya konseli dapat menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.
Perbedaan
konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Patterson (1973) dan Pallone (1977)
yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:
|
PSIKOTERAPI
|
KONSELING
|
|
Pasien
|
Klein
|
|
Gangguan serius
|
Pasien
|
|
Masalah kepribadian dan mengambil keputusan
|
Masalah:
jabatan, pendidikan,dbs
|
|
Berhubungan dengan penyembuhan
|
Berhubungan
dengan pencegahan
|
|
Lingkungan medis
|
Lingkungan
pendidikan dan non medis
|
|
Berhubungan dengan ketidaksadaran
|
Berhubungan
dengan ketidaksadaran
|
|
Metode penyembuhan
|
Metode
pendidikan
|
C. Berdasarkan
Tujuan
Menurut
Hans dan MacLean (1995) konseling menitikberatkan pada upaya pencegahan agar
tidak terjadi penyimpangan. Konseling bertujuan untuk membantu seseorang
menghadapi tugas-tugas perkembangan, contohnya remaja yang menghadapi masalah
seks. Sedangkan psikoterapi menyembuhkan penyimpangan yang terjadi baru
melakukan pencegahan agar penyimpangan itu tidak timbul kembali. Dapat
dikatakan bahawa psikoterapi bertujuan untuk menyembuhkan.
Menurut
Mowrer (1953) konseling mengatasi orang yang mengalami kecemasan normal.
Sedangkan psikoterapi mengatasi orang yang mengalami gangguan kecemasan.
Tyler
(1961) berpendapat bahwa konseling berhubungan dengan proses bantuan terhadap
klien agar menumbuhkan identitas, sedangkan psikoterapi melakukan perubahan
pada struktur dasar perkembangannya.
Stefflre
& Grant (1972) mengatakan tujuan konseling terbatas hanya mempengaruhi
perkembangan seseorang dengan situasi sesaat sedangkan psikoterapi tidak hanya
memperhatikan sekarang, melainkan yg akan datang.
Blocher (1996)
merumuskan perbedaan antara keduanya sebagai berikut :
Pada
konseling : developmental – educative –
preventive.
Pada
psikoterapi : remediative – adjustive –
therapy.
Dari berbagai pandangan tokoh diatas,
dapat disimpulkan bahwa perbedaan psikoterapi dan konseling dilihat dari
tujuannya adalah psikoterapi untuk menyembuhkan, merubah seseorang yang telah
mengalami masalah untuk jangka waktu yang panjang. Sedangkan konseling
bertujuan untuk mencegah seserang mengalami masalah serta membantu seseorang
untuk menemukan identitas dirinya yang sebenar-benarnya.
Sumber:
Gunarsa,
S.D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia
sintak.unika.ac.id/staff/blog/uploaded/5811995183/files/konseling&psikoterapi.ppt
Kamis, 01 Desember 2016
#SIP Artificial Intellegent
A. AI
(Artificial Intellegent)
1. Sejarah
Artificial
intelligence merupakan inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada
sejak muncul komputer modern, yakni pada 1940 dan 1950. Ilmu pengetahuan
komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas
dalam sistem kecerdasan komputer.
Pada
awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan
laboratorium penelitian, serta hanya sedikit produk yang dihasilkan dan
dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan secara
penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang
seiring dengan laju perkembangan zaman menuju arah globalisasi dalam setiap
aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin beragam
pula.
Program
kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya, sehingga banyak
membantu pemakai. Program konvensional dijalankan secara prosedural dan kaku,
rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya.
Sebaliknya, pada program kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi yang
memuaskan dilakukan pendekatan trial and error, mirip seperti apa yang
dilakukan oleh manusia.
Artificial
intelligence adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar
mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan
oleh manusia. Kecerdasan buatan juga merupakan suatu sistem informasi yang berhubungan
dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah
sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti
yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan
sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas
intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan
lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Artificial
intelligence merupakan suatu sistem yang membuat mesin secerdas manusia.
Untuk itu, sistem ini harus berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara
berfikir manusia, cara manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan
masalah, mengingat, dan mengambil keputusan serta merespon dan bertindak.
Dengan demikian para peneliti ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi,
atau program yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih
baik, menggunakan perangkat mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan
manusia dikehidupan nyata.
B. Artificial Intelligence
dan Expert System
1. Persamaan
dan Perbedaan
Persamaan
dari AI dan Expert System adalah sama-sama
mempunyai tujuan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam suatu penyelesaian
masalah.
Perbedaan AI dan Expert
System adalah lebih mengacu pada perancangnya sendiri sebagai objek dalam
menghasilkan sebuah hasil yang maksimal, sedangkan AI lebih mengacu kepada
jalur yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.
2. Contoh
Expert System
Eliza, Parry dan Nettalk adalah beberapa contoh
dari chatterbot. Chatterbot dikategorikan
sebagai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, yang
dimanfaatkan untuk tujuan praktis seperti bantuan online, layanan personal,
atau diskusi informasi, dalam hal ini dapat dilihat fungsi program sebagai
suatu jenis agen percakapan (conversational agent)
a.
Eliza
Program yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
Program yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
b.
Parry
Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku schizophren paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan dari Eliza.
Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku schizophren paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan dari Eliza.
c.
Nettalk
Pelatihan ditetapkan untuk NETtalk adalah basis data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan synthesizer pidato. Tape kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
Pelatihan ditetapkan untuk NETtalk adalah basis data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan synthesizer pidato. Tape kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
C. Rancang
Interface dan Flowchart untuk Aplikasi Bernuansa Psikologi
1. Interface dan Flowchart
Interface atau
lebih sering disebut dengan antarmuka adalah sebuah media yang dapat
menjembatani antara user dan sistem untuk melakukan
komunikasi. Antar muka mempunyai dua tugas pokok, yaitu untuk menterjemahkan
semua aksi yang diberikan user sehingga dimengerti sistem
serta menampilkan hasil operasi dari sistem kedalam bentuk yang dimengerti oleh user.
Antarmuka banyak sekali kita jumpai di kehidupan tidak hanya dalam software.
Flowchart
adalah Penyajian yang sistematis
tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi atau penggambaran
secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.
Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam
segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis
alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
2. Aplikasi
Bernuansa Psikologi
a. Tes
IQ
Tes IQ adalah tes yang
nilainya mencerminkan kecerdasa individu yang menjalani tes tersebut, tes IQ
ada bermacam-macam jenisnya, ada yang berbentuk pertanyaan tulis maupun gambar.
Fungsi dari Test IQ (Inteligent Quotient) adalah psikotes
yang bertujuan untuk memperoleh nilai yang dapat mencerminkan tingkat
kecerdasan individu yang melakukan Test IQ tersebut. Test IQ sendiri ada
beberapa macam, ada yang berupa pertanyaan tertulis dan ada juga pertanyaan berupa gambar. Kata “kecerdasan”
sendiri merupakan istilah umum yang sering dipakai untuk menjelaskan sejumlah
kemampuan, seperti menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak,
memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan sangat erat
kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan
dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes
IQ. Adapun manfaat dan fungsi dari Tes IQ adalah :
·
Untuk mengukur tingkat kecerdasan
seseorang.
·
Untuk melihat sejauh mana potensi yang
dapat dikembangkan secara maksimal.
·
Untuk mengkreasikan antara tingkat
kecerdasan dengan hasil belajar yang selama ini dicapai (apabila IQ tinggi
seharusnya berbanding lurus dengan prestasi belajar).
b. Counseling Online
konseling online dapat
dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat
bantu jaringan sebagai penghubung antara guru BK/konselor dengan kliennya. Konseling
Online adalah konseling melalui internet yang secara umum merujuk pada profesi
yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental melalui teknologi komunikasi
internet. Media konseling online
·
Website/situs
Dalam menyelenggarakan konseling
online guru BK/konselor
dapat menyediakan sebuah alamat
situs. Situs ini menjadi
alamat untuk melakukan
praktik online. Sehingga
klien/konseli yang ingin
melakukan konseling online
dapat berkunjung ke
situs tersebut terlebih
untuk selanjutnya melakukan
konseling online.
·
Telephone/Handphone
Telphone/handphone dapat
digunakan untuk menghubungi konselor. konselor dapat mendengar dengan jelas apa
yang diungkapkan kliennya melalui fasilitas telphone/handphone.
Dengan fasilitas ini pula Konselor dengan segeranya dapat merespon apa yang
dibicarakan oleh kliennya.
·
Email
Email merupakan singkatan dari Electronic Mail, yang berarti 'surat elektronik'. Email merupakan sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara elektronik melalui beberapa komputer atau telepon seluler. Lebih spesifik lagi, email diartikan sebagai cara pengiriman data, file teks, foto digital, atau file-file audio dan video dari satu komputer ke komputer lainnya, dalam suatu jaringan komputer (intranet maupun internet).
Email merupakan singkatan dari Electronic Mail, yang berarti 'surat elektronik'. Email merupakan sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara elektronik melalui beberapa komputer atau telepon seluler. Lebih spesifik lagi, email diartikan sebagai cara pengiriman data, file teks, foto digital, atau file-file audio dan video dari satu komputer ke komputer lainnya, dalam suatu jaringan komputer (intranet maupun internet).
·
Chat, instant messaging dan
jejaring sosial
Chat dapat diartikan
sebagai obrolan, namun dalam dunia internet, istilah ini merujuk pada kegiatan
komunikasi melalui sarana beberapa baris tulisan singkat yang diketikkan
melalui keyboard. Sedangkan percakapan itu sendiri dikenal dengan
istilah chatting.. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling
berinteraktif melalui teks, maupun suara dan video.
·
Video conference
Video konferensi, atau
pertemuan melalui video. Pertemuan ini dibantu oleh berbagai macam media
jaringan seperti telepon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer
data video. Alat khusus video konferensi sangat mahal sehingga alternatif Konselor
dan Klien dapat menggunakan fasilitas video konferensi yangterdapat pada
beberapa aplikasi Instant Messaging yang didalamnya sudah
menyediakan fasiltitas video call.
c. Tes
MMPI
Tes MMPI adalah tes
psikologi yang digunakan untuk proses diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater
seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan,
dan sebagainya, Tes MMPI ini berupa ratusan pernyataan dengan alternative
pilihan jawaban berupa setuju (+) dan tidak setuju (-). Jadi saat melakukan
tes, badan harus sehat, fit, karena dibutuhkan ketahanan dan konsentrasi yang
tinggi dalam menjawab setiap pernyataan. Tips dan kunci dari menjawab MMPI ini
harus JUJUR. Kelebihan dari tes ini adalah :
·
Item yang banyak
·
Interview klinis
terstruktur
·
Psikolog/Psikiater tidak perlu
mengadministrasikan tes
·
Inventori Laporan Diri
·
Pilihan hanya ya/tidak
·
Sejarah panjang dengan literatur
penelitian yang sedemikian banyak
·
Inventori kepribadian yang paling banyak
digunakan di dunia
·
Diterjemahkan (dan dibuat norma ulang) ke
berbagai bahasa
·
Lebih dari 250 skala atau sistem yang saat
ini dikembangkan dengan variasi setting klinis yang berbeda-beda
·
Terdapat skala yang secara eksplisit
mengevaluasi validitas pelaksanaan tes
·
Dapat diadministrasikan dalam bentuk “short
form (370 Item awal)” ketika waktu terbatas atau kerjasama dengan testee tidak
memungkinkan lagi
·
Versi tes yang secara khusus
didesain untuk remaja dan dan dewasa
Sumber
:
Anastasi,
Anne. (2007). Tes psikologi. Jakarta: PT Indeks.
Gibson, R.L. & Mitchell, M.H. (2008). Introduction
to counseling and guidance. New York: Macmillan Publisher.
Graham, J.R. (2006). Assesing
personality and psychopatology. New York: Oxford University Press.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Kusrini. 2006. Sistem pakar,
teori dan aplikasi. Andi: Yogyakarta. Pertemuan 1. Pengantar kecerdasan
buatan.
Russel, S and Norvigm P : Artificial
Intelligence : A modern Approach. Prentice Hall, Second Edition.
Solso R.L, Machlin O.H & Machlin M.K. (2007). Psikologi
Kognitif, Terjemahan : Rahardanto M. & Batuadji K. Jakarta : Erlangga.
Winkel, W. S. (2005). Bimbingan dan konseling di intitusi
pendidikan. Jakarta: Gramedia.
Sabtu, 22 Oktober 2016
#SIP Computer Based Information System (CBIS)
A.
Evolusi
CBIS


Awalnya
komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik / EDP).
Pada tahap ini aplikasi Accounting Information System (AIS) menggunakan
computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di
mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan. Dalam bahasa
Indonesia disebut juga Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sistem informasi
akuntansi adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi
perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan. Sistem informasi akuntansi
adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan
informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan
kecuali pesaing.
2.
CBIS Fokus pada Informasi
Muncul
konsep SIM (Sistem Informasi Managemen) yaitu menghasilkan informasi manajemen
disetiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan suatu sumber
daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok
manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat
manajemen atau suatu area fungsional. SIM adalah suatu sistem berbasis database
komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang
serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan.
3.
CBIS Fokus pada Komunikasi
Berfokus
pada komunikasi dengan adanya perkembangan OA (office automation). Aplikasi OA
memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan
pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, fax,
word–processing, electronic mail, dan desktop publishing.
4.
CBIS Fokus pada Konsultasi
Expert
system merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli
dalam mendekati suatu masalah. Expert system lebih berpusat pada bagaimana
mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi.
B.
Lingkup
Data dari CBIS
Lingkup data merupakan sebuah habitat
di mana terdapat data untuk bisnis. Dalam lingkup data, pengguna memiliki alat
untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan
mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau
berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses
data, baik secara fisik maupun logis.


1.
Hirarki Data CBIS
Data
harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan
efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
a. Bit
Bit adalah suatu sistem angka biner
yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner
merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan
mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat
membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari
pembentuk data.
b. Byte
Byte adalah bagian terkecil yang
dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara
konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu bytedigunakan untuk
mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Jadi byte adalah kumpulan bit yang
membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda).
c. Field
Field atau kolom adalah unit terkecil
yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh:
Joni yang merupakan field nama. Jadi
field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
d. Record
Record atau baris adalah kumpulan
item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh
sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi record ibarat kumpulan kata
yang membentuk satu kalimat yang berarti.
e. File
File atau tabel adalah kumpulan
record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan
file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang
memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu
tabel yang berarti.
f.
Database
Database merupakan kumpulan file-file
yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi
sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data
yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema
atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software
untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database
adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup
perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah
database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan
jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.
2.
Metode Penyimpanan Data
a. DASD
(Direct Access Storage Device) yang merupakan kebutuhan dari simpanan luar
yangsifatnya pemasupan secara langsung telah dirasakan sejak komputer generasi
pertama dan mulai diguakan pertama kalinya di sistem komputer RAMAC 305 pada
tahun 1956.
b. SASD
(Sequential Access Storage Device) adalah media penyimpaman untuk mengisikan
catatan yang diatur dalam susunan tertentu yang merupakan jenis memori
eksternal yang mempunyai akses data secara tidak langsung (berurutan) seperti
pita magnetic.
C.
Metode
Pemrosesan Data
1.
Pemrosesan Batch
Tujuan
dari sistem ini adalah untuk memperbarui tiga file master, persediaan, piutang,
dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka
secara harian, yang disebut siklus harian. Kelemahan utama pengolahan batch
adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan siklus
harian. ini berrati manajemen tidak selalu memiliki informasi paling mutakhir
yang menggambarkan sistem fisik.
2.
Pemrosesan Online
Dikembangkan
untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman.Terobosan teknologi yang
memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik. Setiap
transaksi diproses pada semua file master yang berkaitan sementara data
transaksi berada dalam penyimpanan primer. Catatan persediaan yang sesuai
dibaca dalam penyimpanan primer, diperbarui dengan data transaksi, kemudian
ditulis kembali pada DASD. Kemudian catatan piutang diperbarui dengan cara yang
sama, dilanjutkan dengan catatan analisis penjualan. Ketiga file DASD tersebut
diperbarui sebelum transaksiselanjutnya dimasukkan.
3.
Realtime
Berhubungan dengan
sistem komputer. System realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem
fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status
sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem
online menyediakan sumber daya konseptual yang mutakhir, dan sistem realtime
memperluas kemampuan tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk
menentukan operasi dari sistem fisik.
Sumber
Referensi :
Fatta,
H.,A.(2007). Analisis dan perancangan sistem informasi. Andi offset.
Suryaman.
Basis Data dan Sistem Basis Data. Dari
https://www.academia.edu/8716697/Basis_Data_dan_Sistem_Basis_Data. Diakses pada
tanggal 8 November 2015.
Ukar,.
K. (2006). Student Guide Series Pengenalan Komputer. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Fatta,
H.,A.(2007). Analisis dan perancangan sistem informasi. Andi offset.
Yulidic.
(2012). Pengertian computer based information system (CBIS). Dari
http://www.perpuskita.com/cbis/624/. Diakses pada tanggal 8 November 2012.
Gambar
: https://www.google.co.id/search?q=lingkup+data+cbis&rlz=1C1NDCM_enID712ID713&espv=2&biw=1366&bih=672&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiy3YPHoPDPAhVILo8KHZJSCdMQ_AUIBygC#tbm=isch&q=evolusi+cbis&imgrc=bqK2UiXBC9r36M%3A
Langganan:
Postingan (Atom)



